October 16, 2026
pengmas arjasa
Bagikan:

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Jember (Polije) yang terdiri dari Ida Adha Anrosana, Retno Sari Mahanani, Taufik Hidayat, Andarulla Galushasti dan Estin Roso Pristiwaningsih melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat PNBP pada Pondok Pesantren Putri Hujjatul Islam Desa Arjasa Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. Tim Pengabdian Polije ini memberikan solusi yang berkaitan dengan bagaimana menumbuhkan jiwa  wirausaha  para santriwati melalui  kegiatan usaha hidroponik yaitu suatu sistem pertanian budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanam tanah.

Permasalahan utama yang dikemukakan oleh Pondok Pesantren Putri Hujjatul Islam Desa Arjasa yaitu menumbuhkan jiwa wirausaha santriwati melalui kegiatan yang bermanfaat dan dapat menjadi bekal setelah lulus dari pondok pesantren untuk memulai suatu usaha yang menhasil keuntungan.

Tim PkM Polije, memaparkan secara rinci permasalahan yang ditemukan pada saat survey lapang antara lain, belum termanfaatkannya lahan pekarangan pondok pesantren. Kedua, bagaimana menumbuhkan jiwa wirausaha santriwati dengan kegiatan yang bermanfaat dan menguntungkan. Ketiga, para santriwati belum familier dengan sistem budidaya tanaman secara hidroponik dan bahwa usaha ini mudah dilakukan serta dapat dijadikan sebagai suatu usaha yang menguntungkan. Keempat, bagaimana cara membangkitkan semangat santriwati untuk menambah keterampilan dan wawasan terkait budidaya tanaman hidroponik sistem wick.

Andarula menyampaikan bahwa, “Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra pondok pesantren Hujjatul Islam Putri Desa Arjasa yaitu dengan menawarkan suatu bentuk pelatihan kewirausahaan bagi santriwati (Santripreneur) melalui pelatihan usaha budidaya tanaman hidroponik sistem wick sebagai upaya membuka wawasan wirausaha santriwati dalam bidang pertanian”.

Retno Sari menerangkan, bahwa budidaya tanaman hidroponik sistem wick tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan lahan akan tetapi juga dapat dijadikan sebagai alternatif suatu usaha yang dapat menghasilkan keuntungan. Selanjutnya Taufik hidayat menambahkan bahwa hidroponik sistem wick atau yang juga dikenal sebagai hidroponik sistem sumbu sangat sesuai diterapkan pada santriwati yang baru memulai budidaya tanaman dengan sistem hidroponik, karena sistem ini merupakan sistem hidroponik yang paling sederhana sehingga sangat mudah dilakukan oleh pemula.

Santriwati yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat sangat antusias mengikuti pelatihan dan proses pendampingan selama pemeliharaan tanaman hidroponik, tidak hanya para anggota sangat responsif terhadap inovasi teknologi yang ditawarkan tetapi juga kreatif memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar pondok pesantren sebagai wadah & media budidaya.“Kami juga melihat semangat santriwati untuk menerapkan inovasi yang dipelajari,” pungkas Estin Roso.

About Author


Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *