May 9, 2026
20250911_150720
Bagikan:

-Kelompok Ternak Sapi Perah Damar Wulan di Desa Umbulrejo, Kecamatan Umbulsari, Jember, Jawa Timur, mendapatkan pendampingan teknologi tepat guna dari tim dosen Politeknik Negeri Jember. Program ini bertujuan meningkatkan keberdayaan peternak melalui implementasi Tanin Urea Molases Block (TUMB), sebuah inovasi pakan mineral blok ramah lingkungan yang sekaligus mendukung target SDGs 2030.

Ketua tim pengabdian, Rizki Amalia Nurfitriani, menjelaskan bahwa peternak sapi perah selama ini menghadapi masalah serius terkait defisiensi mineral pada ternak. Kondisi ini membuat produksi susu menurun drastis, bahkan ada indukan yang hanya mampu menghasilkan 6–7 liter susu per hari dari rata-rata 10–13 liter.

“Melalui TUMB, kami ingin memberi solusi praktis untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus menekan emisi metana hingga 9 persen. Inovasi ini juga mendukung swasembada pangan nasional,” kata Rizki.

Selain perbaikan pakan, program ini juga memperkenalkan mesin pencetak TUMB berbasis tenaga surya. Teknologi ini dirancang agar peternak bisa memproduksi mineral blok secara mandiri dengan biaya lebih hemat dan ramah lingkungan.

Ketua Kelompok Ternak Damar Wulan, Iqwan Prayogo, menyambut baik program ini. Ia menilai pendampingan tersebut sangat membantu anggotanya dalam meningkatkan manajemen kandang dan produksi susu. “Selama ini kami kesulitan membuat mineral blok secara manual. Dengan adanya mesin ini, proses jadi lebih cepat dan hasilnya bisa langsung digunakan,” ujarnya.

baca juga: Universitas Jember Sosialisasikan K3 kepada Perajin Kapal Nelayan Puger

Program yang didanai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini melibatkan 32 anggota kelompok ternak. Kegiatan meliputi sosialisasi pentingnya mineral, pelatihan pembuatan TUMB, bimbingan teknis penggunaan mesin berbasis energi surya, hingga edukasi manajemen pemberian pakan.

Tak hanya bermanfaat bagi peternak, program ini juga memberi ruang bagi mahasiswa Politeknik Negeri Jember untuk belajar langsung di lapangan. “Mahasiswa mendapat pengalaman praktis, mulai dari pendampingan teknis hingga edukasi ke peternak. Ini sejalan dengan target Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi,” tambah Rizki.

Dengan adanya program ini, diharapkan produksi susu sapi perah di Jember bisa meningkat dan kualitas manajemen peternakan semakin baik. Lebih jauh, inovasi TUMB berbasis energi terbarukan ini diharapkan dapat menjadi model keberlanjutan peternakan rakyat menuju ketahanan pangan dan energi hijau di Indonesia.

About Author


Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *