January 15, 2026
Gambar 1
Bagikan:

Indonesia merupakan negara agraris yang menjadikan sektor pertanian sebagai poros utama penggerak ekonomi negara. Oleh karena itu, sektor pertanian menjadi hal yang sangat penting dan harus dijaga keberlangsungannya. Pemerintah tengah fokus memperbaiki permasalahan di sektor pertanian. Salah satu masalah pertanian yang krusial di era sekarang berkaitan dengan minimnya tentang pengelolaan keuangan dan strategi marketing produk hasil pertanian

Jurusan Bisnis Dosen Prodi D-IV Akuntansi Sektor Publik mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertema “Integrasi Keuangan Hijau dalam Pemasaran Produk Pertanian Berkelanjutan” untuk Pengelolaan laporan keuangan akuntansi hijau dan pemasaran produk hasil tani yang berkelanjutan. Kegiatan ini diketuai oleh Siska Aprilia Oktaviani S.E., M.Ak dengan anggota Candra Pramula Pinandita, S.S.T., M.M., Endro Sugiartono, S.E., M.M, Sugeng Hartanto S.E, M.Akun, dan Avisenna Harkat, S.E., M.M. Kegiatan yang berlangsung pada hari Rabu 26 Juni 2024 pukul 09.00 -13.00 WIB di BIF (BB Integreted Farming) Dusun sepuran, Sumberjati, Silo, Jember.

Pengabdian ini disambut dengan baik Bambang Siswanto selaku pemilik kebun BB Integreted Farming, beliau menyampaikan bahwa kendala yang terjadi saat ini Penyusunan laporan keuangan pertanian masih belum sesuai dengan pedoman akuntansi lingkungan dan pemasaran yang kurang maksimal dikarenakan keterbatasan media informasi.   

Siska menjelaskan untuk meminimalisir kesalahan pencatatan laporan keuangan, perlu diadakan edukasi tentang akuntansi lingkungan secara sederhana dan mudah dipahami. Permasalahan kedua mengenai pemasaran produk, perlu adanya edukasi digital marketing yang harapanya nanti penjualan hasil pertanian sangat cepat terjual. Selain itu sosialisasi tentang edukasi pengurangan penggunaan  bahan kimia seperti pupuk kimia, penyemprotan pestisida kimia. Tim Pengabdian menyarankan untuk menggunakan pestisida alami, pupuk alami untuk menekan pengeluaran biaya yang tinggi. Diharapkan hasil dari pertanian ini menjadi hasil pertanian organik.  

Terakhir Siska menerangkan mengenai pengemasan produk. Pengemasan produk memiliki fungsi sebagai wadah atau tempat penyimpanan, pelindung produk, pemberi informasi, penarik minat pembeli produk. Adapun syarat kemasan yang digunakan, antara lain tidak toksik/beracun, cocok dengan bahan yang dikemas, sanitasi dan syarat-syarat kesehatan terjamin, dapat mencegah pemalsuan, kemudahan dan keamanan mengeluarkan isi, kemudahan pembuangan kemasan bekas, ukuran, bentuk, dan berat, penampilan dan pencetakan, biaya rendah, serta syarat khusus (eco-packaging).

About Author


Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *